Keliling Festival Sejak Tahun Lalu, Mengapa Film Women From Rote Island Baru Tayang di Bioskop?

Suara.com – Film Women From Rote Island sukses meraih penghargaan Film Panjang Terbaik di FFI 2023. Tak hanya itu, karya dari garapan sutradara Jeremias Nyangoen ini juga sudah wara-wiri di festival film dunia.

Kendati film Women From Rote Island sudah tersohor sejak setahun lalu, namun penayangannya di bioskop Tanah Air baru akan dimulai pada 22 Februari 2024. Lantas apa yang membuat film ini baru naik layar?

Produser film Women From Rote Island, Rizka Shakira mengatakan, butuh proses yang tidak mudah bagi karya ini ada di bioskop.

Fakta Film Women from Rote Island (IMDb)

“Untuk sampai ke bioskop, itu sungguh luar biasa. Intinya kita semua terharu akhirnya film kita tayang di bioskop,” kata Rizka Shakira saat mengunjungi kantor Suara.com beberapa waktu lalu.

Rizka Shakira menuturkan juga sudah mendaftarkan film ini ke bioskop sejak lama. Namun memang baru mendapat jadwal di 22 Februari 2024.

“Sambil keliling festival, kami juga mendaftarkan ke bioskop. Yaudah, akhirnya dengan berbagai macam perjalanan, dapatnya di tanggal 22,” ucapnya.

Pemain Film Women From Rote Island saat berkunjung ke kantor Suara.com di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Selasa (6/2/2024) [Suara.com/Hyoga Dewa Murti]

Keputusan soal tanggal penayangan film Women From Rote Island ini di bioskop pun sesuai dengan putusan pihak terkait. Rizka Shakira hanya menerimanya dengan lapang.

“Tidak ada kendala apa-apa. hanya kita dapat jadwalnya (Dari biosko) di 22 Februari,” ucapnya.

Sebagai informasi, film Women From Rote Island mengisahkan TKW bernama Martha (Irma Rihi). Ia diperkosa saat bekerja di perkebunan kelapa sawit Malaysia.

Cobaan yang dihadapi Martha tidak berhenti sampai disitu. Ia kembali diperkosa.

Jeremias Nyangoen, sutradara Film Women From Rote Island saat berkunjung ke kantor Suara.com di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Selasa (6/2/2024) [Suara.com/Hyoga Dewa Murti]

Untungnya Martha tidak sendiri. Ada sang ibu, Orpa (Linda Adoe) yang ikut merasakan kepedihan sang putri.

Di sini Jeremias Nyangoen mau mengatakan bahwa korban pelecehan seksual tidak perlu merasa sendiri.

Maka dari itu jangan sampai mereka diam. Sebab pelaku kejahatan tidak akan jera hingga mendapat hukuman.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *