Ketua TKN: Fokus Prabowo-Gibran Kolaborasi dengan Rakyat, Bukan Kompetisi dengan Paslon Lain

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran mengakui pada awal masa kampanye, pihaknya mengalami masa yang berat.

Di mana, TKN menghadapi hujatan, tuduhan bahkan fitnah yang bertubi-tubi terhadap pasangan calon nomor urut dua tersebut.

Baca juga: Surat Suara Simulasi Pilpres Hanya 2 Paslon, Pakar: Melanggar Prinsip & Asas Penyelenggaraan Pemilu

Namun, Ketua TKN Prabowo-Gibran, Rosan Perkasa Roeslani menyatakan tidak sekalipun pihaknya terpancing untuk membalas, tidak menyimpan kebencian, apalagi rasa dendam terhadap para penghujat tersebut.

Rosan bahkan bicara soal kolaborasi dengan rakyat menjadi fokus kubu Prabowo-Gibran.

“Fokus kita adalah memenangkan hati dan pikiran rakyat. Kita memilih untuk berkolaborasi dengan rakyat, dibandingkan berkompetisi dengan paslon lawan. Kita meyakini masyarakat Indonesia bisa menilai sendiri mana yang baik dan mana yang salah,” kata Rosan, Kamis (4/1/2023).

Pesan itu disampaikan Rosan melalui sebuah video ucapan ‘Selamat Tahun Baru 2024’.

Rosan mengambil pelajaran positif setelah melalui periode yang paling berat dalam masa kampanye itu, yakni pihaknya tetap bersikap positif, semakin bersemangat, semakin bersatu dan justru semakin memaafkan.

“Tapi ada kabar yang lebih baik lagi, yaitu rakyat Indonesia, sebagai yang paling berkuasa dan paling menentukan, terbukti semakin setuju dan mendukung perjuangan kita,” ungkap Rosan.

Baca juga: Singgung Soal Contoh Surat Suara Pilpres Hanya Berisi 2 Paslon, TPN: Bentuk Pelanggaran TSM

Lebih lanjut, dia menyatakan karakter dan nilai utama yang dipegang oleh Prabowo-Gibran adalah bersikap positif, persatuan, keterbukaan, pembinaan dan fokus ke masa depan.

Mendukung Prabowo-Gibran, tegasnya, berarti mendukung sebuah teladan yang penting sebagai budaya baru.

“Teladan di mana yang senior memberikan kesempatan yang besar kepada generasi milenial dan Gen-Z untuk lebih terlibat dan bermanfaat seperti yang dicontohkan Bapak Prabowo Subianto. Dan budaya baru di mana yang muda harus bersedia menyiapkan diri apabila ada panggilan untuk berbakti kepada bangsa dan negara seperti yang dilakukan Mas Gibran Rakabuming Raka,” papar Rosan.

Teladan dan budaya itulah, jelas Rosan, yang akan membawa bangsa ini menuju Indonesia Emas 2045.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *